STT"TRUNA JAYA DHARMA UTAMA"

STT"TRUNA JAYA DHARMA UTAMA"

Selasa, 25 Mei 2010

Ngaturang Ayah ring Piodalan Pura Dalem




Senangnya bisa ngaturang ayah ring Piodalan Pura Dalem. Kebersamaan kami sangat kami junjung tinggi.bahkan di sela-sela ngaturang ayah, masih sempat "ngerujak" bareng. Apalagi Kelian STT kami yang penuh dengan rasa humor dan selalu menyemangati kami, sehingga kami merasakan suasana kekeluargaan yang sangat erat.

Truni ring Piodalan Pura Dalem






Nah....ini dia yang paling ditunggu-tunggu pemedek.Ga mau kalah dari Truna STT, Truni STT pun maturan Suaran Gamelan dan Tari. Gamelan Slingsir dan Tabuh Tari Palawakya dibawakan dengan baik,walaupun hanya dengan persiapan yang singkat.Berkat kerja keras&semangat akhirnya Truni STT bisa menampilkan yang terbaik.Untuk Tarian yang dibawakan adalah Tari Truna jaya dan Tari Palawakya.

Truna STT ring Piodalan Pura Dalem




Puji Tuhan, dengan persiapan yang singkat kami akhirnya bisa maturan suaran gamelan ring Piodalan ring Pura Dalem. Truna STT membawakan Tabuh Kebyar Nding dan Tabuh Truna Jaya.
Terimakasih kami ucapkan atas dukungan berbagai pihak,terutama pelatih kami Bp.Made Keranca yang dengan semangatnya membina kami.

Senin, 24 Mei 2010

hunting "destar" sambil "melancaran






wah......seneng banget bisa hangout bareng temen2 STT. Tujuannya sih ke Desa Sepang sambil hunting "destar", dapet info few nya bagus&asri banget, temen2 pada pengen ikutan sambil "melancaran".
narsisssssssssssssss itulah kata yang pas buat kami, ditiap ada tempat&kesempatan selalu foto biar eksis.
pokoke puas....puas.....puas......

Jumat, 14 Mei 2010

Belajar me Gong ring Pasraman







Senang dan bangga punya anggota sekaa yang masih peduli akan warisan budaya berupa seni tabuh atau gamelan. Desa Jagaraga yang dulu terkenal dengan Tabuh Gong Kebyar dan seniman pencipta Tari Truna Jaya , Alm.Bp Gd.Manik belakangan ini sedikit tenggelam untuk seni tabuh dan tarinya. Sebagai generasi muda dan penerus seni dan budaya, kami merasa punya kewajiban untuk melestarikannya. Dibawah asuhan Bp.Md Keranca , kami pun belajar berbagai macam tabuh dari lelambatan,kebyar dan tabuh tari-tarian.
Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan seni&budaya kita?

Kamis, 13 Mei 2010

narsis@tirtayatra











Selalu tampil narsis di setiap kegiatan

Belajar Mejejaitan ring Pasraman





Salah satu bentuk kepedulian akan lestarinya budaya & adat kami implementasikan dalam bentuk belajar mejejaitan. Mejejaitan belakangan ini banyak ditinggalkan, kebanyakan lebih memilih membeli yang sudah jadi di pasar dengan alasan efisiensi. Kalau semua meninggalkan mejejaitan, siapa yang akan melestarikan dan meneruskannya?
Oleh karena itu kami mencoba untuk lebih mengenal dan bisa mejejaitan berbagai macam banten dan canang.
Di Hari Raya Galungan kami lebih memilih untuk menghadiri pasraman mejejaitan dibandingkan jalan-jalan seperti yang dilakukan oleh banyak orang. Setelah selesai bersembahyang ke Merajan & Pura, kami mengikuti Pasraman Mejejaitan. Kami mendapat pelajaran dan ilmu mejejaitan berbagai macam canang, membuat daksina, membuat tipat dan metanding Banten Pejatian. Hasil dari pelajaran tersebut Kami gunakan untuk Tirta Yatra, jadi Kami bisa menghaturkan Pejatian yang Kami buat sendiri dengan didampingi Penyaji/Guru yang dengan sabar membimbing Kami.
Kami pun berharap bisa membuat jejaitan dan banten yang lebih beraneka macam lagi.