STT"TRUNA JAYA DHARMA UTAMA"

STT"TRUNA JAYA DHARMA UTAMA"

Kamis, 13 Mei 2010

Berbagi Keceriaan di Hari Raya Galungan



Puji Tuhan karna Kami masih diberikan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan di Hari Raya Galungan ini bersama warga Desa Jagaraga.Walaupun dengan dana yang minim, Kami tetap semangat mengadakan lomba antar Banjar Adat.
Adapun perlombaan tersebut Kami adakan di hari Selasa, 11 Mei 2010 yang merupakan "Penampahan Galungan" dan Kami membaginya menjadi 2.Sore hari Kami mengadakan Lomba Kelereng, Dorong Bola, Estafet Karet & Memasukkan Benang ke Jarum sambil berjalan. Kemudian di malam harinya Kami adakan Lomba Genjek antar Banjar Adat, Karaoke, Macing Botol berpasangan & Lomba DOT berpasangan.
Hadiah bukanlah yang utama, akan tetapi kebersamaan itulah tujuan utama acara ini diselenggarakan.

Rabu, 28 April 2010

Pawai HUT Kota Singaraja ke -406


Puji Tuhan, berkat Asung Kerta Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa akhirnya kami bisa turut serta berpartisipasi dalam Pawai Hut Kota Singaraja yang ke-406. Dengan persiapan yang singkat hanya 4 hari mulai dari membuat nada gamelan baleganjur dan tarian yang sesuai dengan irama gamelan dan tema yang dibawakan.
Adapun tema yang kami bawakan adalah "Jagra Perkasa" yang memiliki makna kewaspadaan yang harus ditingkatkan dalam kehidupan sehari hari seperti halnya disaat perang "Puputan Jagaraga" yang membutuhkan kewaspadaan untuk menghadapi segala macam taktik penjajah Belanda.
Terimakasih buat semua pihak yang telah mendukung kami( Seluruh Manggala Desa Pakraman Jagaraga,Pecalang,Bp.Km Ata (selip suwela) dan krama desa lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Secara jujur kami merasa sedih karena tidak ada perhatian dan dukungan moral maupun materi dari "pemimpin" kami.
Kami berharap Jagaraga kembali ke masa kejayaan di bidang seni.Kalau bukan kita sebagai generasi penerus,siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita?Buat para pemimpin, dan Bapak-bapak mohon dukungannya demi nama Desa Jagaraga kita yang tercinta.

Agus ajus


weleh...weleh....ni truna apa truni sih?koq muanis buanget!!!!

Nah.....ini dia sosok truna yang lumayan ganteng????(katanya sih)
Lahir 15 tahun yang lalu,dengan nama lengkap Putu Agus Supatra.Umurnya sih udah lumayan, tapi tetep baby face (bukan babi face lho ya)wkwkwkwkwkwk
Truna yang satu ini piawai memainkan berbagai jenis alat gamelan, kecuali kendang dan suling.Biasanya kalau baleganjur sukanya di cengceng, tapi keseringan dapat bagian bonang, kalau di gong kebyar tempatnya di gangsa bagian nyangsih.
Sedikit info,truna yang satu ini masih jombloooooooooo,ada yang minat&mau ga?tapi khusus cewek cantik lho!!!!

Melasti



Umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) di arak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.
Di Desa Pakraman Jagaraga untuk tahun ini seperti tahun tahun sebelumnya, Melasti dilaksanakan ke Segara Sangsit Dangin Yeh.
Ada yang beda di tahun ini, kami dari STT ngaturang ayah mulai dari ngogong hingga megamel baleganjur.Dimana tahun-tahun sebelumnya hanya dilakukan oleh Sekehe Gong Gede, Gong Cenik dan Truna serta Pesaren yang sudah berumur.Dilandasi dengan keikhlasan untuk ngaturang ayah, kami pun membantu mereka dengan tulus.
Jarak jauh tidak menjadi beban buat kami, yang ada hanyalah semangat "ngiringang Ratu Betara sami"

Nyepi 2010


Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan / kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktifitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.
Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Buwana Alit (alam manusia / microcosmos) dan Buwana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.
Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "tilem sasih kesanga" (bulan mati yang ke-9), umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat,mulai dari masing-masing keluarga,banjar,desa,kecamatan dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.
Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.
Dengan persiapan dan dana yang minim,kami akhirnya berhasil membuat ogoh-ogoh di iringi dengan suara gamelan baleganjur. Melelahkan tapi menyenangkan.
Keesokannya adalah Sipeng/Hari Raya Nyepi.Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktifitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa,brata,yoga dan semadhi.
Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga ( menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).
Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru. Kebiasaan merayakan hari raya dengan berfoya-foya, berjudi, mabuk-mabukan adalah sesuatu kebiasaan yang keliru dan mesti diubah.
Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada "pinanggal ping kalih" (tanggal 2) sasih kedasa (bulan X). Pada hari ini Tahun Baru Saka tersebut memasuki hari kedua. Umat Hindu bersilaturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain.
Selamat Tahun Baru Caka 1932, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melindungi kita semua.

TRUNA JAYA JAGARAGA FC


Truna Jaya Jagaraga FC adalah nama team futsal yang kami miliki.Bidang olah raga adalah salah satu bidang yang kami geluti selain seni dan budaya.
"didalam tubuh yang sehat,terdapat jiwa yang sehat"
Kami pernah menjadi Juara II "MAHA SURYA FUTSAL COMPETITION 2009".Hal ini membuktikan bahwa banyak potensi yang kami miliki dan berkat latihan yang tekun dan serius hasil terbaik pasti akan kami dapatkan.
TJFC yesss!!!!

maju ayo maju terus majuuuuu......


14 Agustus 2009 adalah hari yang melelahkan.Sejumlah truna dan truni mengikuti Lomba Gerak Jalan dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI.Walaupun STT belum terbentuk, tetapi inilah semangat juang dan persatuan yang kami miliki sehingga dengan penuh keyakinan kami akhirnya memutuskan untuk membentuk STT sebagai wadah untuk mempersatukan truna truni di Desa Pakraman Jagaraga.

Kami pernah meraih Juara I tingkat kecamatan untuk lomba gerak jalan remaja/umum di tahun 2006.Setelah itu kami tidak pernah mengikuti lagi karena terbentur dana dan pembinaan dan kami mencoba untuk ikut kembali di tahun 2009,walaupun cuma mendapatkan juara harapan.

Semoga semangat ini tidak pernah luntur.Dengan semangat "PUPUTAN JAGARAGA" kami yakin kami bisa memberikan yang terbaik semampu kami.